Skip to main content

SENI ATAU KRIMINAL?


Apa yang membuat seseorang dikatakan preman? Apa yang membuat seseorang dikatakan penjahat? Apa yang membuat seseorang dikatakan tidak bermoral? Apa yang membuat seseorang dikatakan berandal? Salah satu dan yang paling utama adalah penampilan. Penampilan bisa mendefinisikan seseorang, tapi apakah itu benar?



Penampilan merupakan aset penting dalam kehidupan sosial. Dengan penampilan mungkin anda bisa memudahkan untuk berinteraksi dengan orang baru dan mendapatkan perhatian yang lebih. Salah satu penampilan yang sangat membuat perhatian orang adalah bertato. Tato adalah salah satu karya seni yang bisa membuat kepuasan diri sendiri baik untuk orang yang membuatnya dan yang memintanya. Ketika anda bertato akan menjadi sebuah perhatian dan membuat mata orang disekitar langsung tertuju pada tato tersebut.


Ketika orang melihat sebuah tato mungkin yang ada dipikirannya sudah berkesan orang yang bertato tersebut tidak baik. Stigma buruk terhadap orang yang bertato sudah melekat di masyarakat Indonesia. Tak hanya di Indonesia, dalam literatur Skin stigma : expectancy violation theory and attitude toward tattoos, diungkapkan oleh Burgess dan Clark (2010) dalam Criminal Antropology bahwa tato berkaitan dengan deviance atau penyimpangan, dan hal tersebut sudah berlangsung lebih dari 100 tahun, sedangkan Lauman dan Derrick menemukan dampak penggunaan tato sangat tinggi untuk menyebabkan pemakaian obat terlarang secara tentative. Orang bertato juga kerap dianggap orang yang tidak relijius mengingat ada larangan untuk bertato dalam agama-agama tertentu. Hal ini menjadikan tato sebagai pertimbangan suatu hal, biasanya orang bertato itu dipertimbangkan ketika melamar kerja dan sebagainya.

"Tatoan tapi tak pakai Narkoba" -Young Lex



Tato bisa membuat orang meningkatkan rasa percaya diri karena tato merupakan kebebasan mengekspresikan diri. Orang yang bertato biasanya menganggap tato sebagai hal yang bisa dibanggakan dalam kehidupan sosial. Setiap orang yang membuat tato pasti tidak sembarangan untuk gambar ataupun kata-kata yang dijadikan tato. Setiap tato yang menempel pada tubuh mempunyai makna tersendiri bagi orang tersebut. Contohnya tato yang pernah tren adalah tato simbol titik koma (semicolon). Titik koma adalah tanda baca yang penting dan merupakan simbol yang tepat untuk mereka yang tengah berjuang. Seperti kata Amy Bluel, "Sebuah (tanda) titik koma digunakan ketika seorang penulis bisa memilih untuk mengakhiri kalimat, tapi mereka memilih untuk tidak mengakhirinya. Penulis itu adalah Anda dan kalimat tersebut adalah hidup Anda".



Tato sebagai salah satu seni yang bisa dibilang sakral, terkadang ada tato yang memiliki gambar sangat unik. Salah satunya yaitu tato di tangan yang menyerupai robot/mesin. Kemudian ada juga tato dengan ilusi optik yang bisa membuat orang yang melihat tato tersebut terasa nyata. Berbicara soal keunikan tato. Ada salah satu hal ekstrim dalam tato. Dan ini sudah dilakukan oleh sebagian orang, yaitu tato di mata. Seperti yang dilansir dari situs Kementerian Kesehatan New South Wales, Australia, tato mata adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses pewarnaan secara permanen di bagian sklera mata. Sklera adalah bagian mata yang berwarna putih. Secara perlahan, tinta akan menyebar untuk menutupi semua sklera. Meskipun terdengar aneh dan terlihat tidak mungkin, prosedur ini dilakukan oleh beberapa seniman tato di seluruh dunia. Tato mata ini bersifat permanen dan tidak bisa mengembalikan warna sklera mata menjadi normal lagi atau berwarna putih.



Di daerah Indonesia, ada salah satu tato yang merupakan tato tradisional yaitu di Kalimantan tepatnya di Suku Dayak. Tato ini bernama tato Iban, yang merupakan sebagian tradisi dan simbol kehidupan suku Dayak Iban. Bukan menggunakan mesin tato yang biasa digunakan, pada jaman dulu Suku Dayak Iban menggunakan duri pohon jeruk untuk jarumnya dan tumbukkan arang atau jelaga yang di campur garam untuk tintanya. Seiring perkembangan jaman dan menjaga kesterilan ketika membuat tato. Kini tato Iban sudah menggunakan jarum namun tidak meninggalkan teknik secara tradisional. Cara pembuatan tato ini masih sangat tradisional yaitu dengan memukul-mukulkan secara perlahan jarum yang sudah diikat tersebut dengan bantuan kayu dan mengikuti motif yang akan dibuat. Motif populer yang sering digunakan yaitu motif Uker Degok, Bungai Terung dan Pala Tumpa.


Tato mungkin dianggap kriminal, tapi tato tidak selamanya buruk. Banyak makna yang ada dalam sebuah tato. Tapi karena stigma buruk yang sudah melekat di masyarakat menjadikan tato itu buruk. Padahal dengan tato, itu bisa membuat orang yang bertato tersebut menjadi lebih percaya diri. Tato juga sebagian dari cara orang mengekspresikan diri dan pasti orang tersebut akan bangga dengan tatonya. Orangpun bisa menggambarkan jalan cerita hidupnya dengan gambar tato yang mempunyai makna tersendiri. Tak hanya itu, di Indonesia ada budaya tato yaitu di Dayak. Ini seharusnya menjadikan kita bangga karena Indonesia memiliki budaya yang unik. Dan ini harus dilestarikan karena merupakan aset Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

Teks Deskripsi Permen Yupi

Pada suatu pagi hari di kelas mata kuliah Bahasa Indonesia, kami diberikan tugas untuk mendeskripsikan sebuah permen bermerk Yupi yang kemasannya kecil berwarna biru. Permennya beragam warna dan berbentuk beruang. Ketika dibuka, terdengar suara "kresek" di kemasannya. Permennya yang kenyal dan lengket ketika dipegang, serta aromanya yang wangi seperti buah-buahan. Pada saat dimasukkan ke mulut, rasanya ada yang manis dan asam tergantung dari warnanya. Ketika dikunyah terasa kenyal di mulut.